Graphic DesignMenyambung posting tentang perkembangan gaya desain sebelumnya, Setelah Constructivism, aliran selanjutnya adalah Bauhaus, aliran yang tidak asing lagi bagi para designer.

 Bauhaus (1919)
Seorang arsistek terkenal bernama Walter Gropiu menggawangi aliran ini. Walter sempat membuka sekolah Bauhaus pada tahun 1919, namun ditutup pada tahun 1933. Bauhaus memiliki pendekatan yang terkesan baru dan segar dengan gaya  desain yang difokuskan pada fungsi, bukan lagi hiasan (estetika).

 Gill Sans 1928
Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston. Dia memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans merupakan salah satu jenis huruf sans serif yang mempunyai proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai, memberinya kemampuan beraneka ragam (great versatility).

Harry Beck (1931)
Harry Beck adalah seorang perancang grafis. Dia adalah pencipta peta bawah tanah I London (London Underground Map, 1931). Pekerjaan abstrak Beck tersebut mengandung sedikit hubungan dengan skala (ukuran fisik). Yang dipusatkan oleh Beck adalah kebutuhan pengguna, dari bagaimana cara sampai dari stasiun satu ke stasiun lainnya dengan harus bergantian kereta.

International Style (1950)
International style juga biasa disebut dengan Swiss style, memiliki dasar pada prinsip revolusione tahun 1920 seperti De Stijl, Bauhaus, dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun sekitar1950. Yang ditekankan (sekaligus yang menjadi aturan) gaya ini adalah prinsip grid, matematika, sedikit dekorasi, dan jenis huruf sans serif. Tipografi lebih ditingkatkan untuk meninjolkan fungsi universal daripada personal tastenya. 

Helvetica (1951)
Helvetica adalah salah satu tipe huruf yang paling terkenal di dunia, termasuk di Indonesia. Penciptanya adalah Max Miedinger, seorang perancang dari Swiss. Karakter Font ini yaitu berpenampilan bersih, rapih, dan dengan proporsi yang dinamis namun seimbang. Awalnya, font ini disebut dengan Gostesk, yang kemudian diubah dengan sebutan Helvetica pada tahun 1960. Keluarga font ini berjumlah 34, memiliki perbedaan dalam model ketebalan. Sedangkan Neue Helvetica punya 51 model.

Psychedelia and Pop Art (1960)
Musik, seni, desain, dan literature menjadi kultur yang popular di tahun 1960. Kultur tersebut menjadi lebih mudah untuk diakses dan mencerminkan kehidupan sehari-hari. Pop Art lahir dan berkembang sebagai reaksi perlawanan terhadap seno abstrak.

Émigré (1984)
Émigré adalah majalah desain grafis Amerika, pertama kali dipublikasikan dengan menggu7nakan computer Macintosh. Hal ini mempengaruhi designer grafs untuk mberalih ke desktop publishing. Majalah ini juga menggawangi forum untuk eksperimen tipografi (tamat).